Telan Biaya Miliaran, Pembangunan Lods Pasar di Agara Terlalu Dipaksakan.

KUTACANE.

Pembangunan lods pasar yang berada di Kecamatan Tanoh Alas dan Kecamatan Babul Rahmah Kab.Aceh Tenggara dinilai terlalu dipaksakan.

Pasalnya, pembangunan lods pasar yang menelan biaya belasan miliar rupiah bersumber dana APBN 2018 itu baru dimulai beberapa waktu. Padahal telah memasuki penghujung tahun 2018.

Beberapa warga merasa aneh melihat terlambatnya pembangunan proyek pasar yang pembangunannya diserahkan ke Dinas perindustrian dan perdagangan Agara tersebut.

“Secara normal, proyek itu jelas tidak akan bisa diselesaikan akhir tahun 2018 ini, karena waktunya hanya sebulan setengah lagi,” ujar beberapa warga yang namanya tidak ingin disebutkan.

Bahkan, lanjut mereka, seandainya di paksakan siap, kualitas bangunannya terkesan asal jadi dan tak sesuai bestek.

“Mereka (rekanan) sudah tentu kejar waktu untuk penyelesaiannya, pastinya terburu buru sedangkan kualitas pasti urusan nomor dua, akibatnya baru beberapa bulan selesai dikerjakan, dipastikan akan banyak bangunan proyek yang rusak karena kualitasnya terbilang rendah.” seru mereka.

Yang namanya rekanan, tambah warga lagi, pasti siap dan bersedia dalam menyelesaikan pekerjaan pembangunan lods pasar di Kecamatan Tanoh Alas dan Babul Rahmah itu.Pasar“Karena berkaitan keuntungan, namun kualitas pekerjaan yang dikurangi, jika disesuaikan limit waktu, jelas tidak akan selesai, apalagi dananya menelan belasan miliar rupiah.” kata mereka.

Sementara itu, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Agara, Irvan Iskandar membenarkan telatnya pelaksanaan pembangunan proyek pembangunan lods pasar Tanoh Alas dan Babul Rahmah.

“Saya sudah memberi teguran baik lisan maupun tulusan kepihak rekanan elaku agar mempercepat proses dan tahapan pembangunan Lods Pasar di Tanah Alos dan Babussalam. Namun baru minggu lalu penarikan dana sebesar 10 persen dan Senin kemarin pembangunannya dimulai,” ujar Irvan Iskandar, belum lama ini.

Perlu diketahui, pembangunan pasar lods yang menelan anggaran belasan miliar, masing – masing paket bernilai Rp 5 M lebih, dikerjakan oleh CV Is Brother dan CV Ci-putra selaku rekanan pelaksana. (ADITYA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *