BBM Bersubsidi Langka di Agara

KUTACANE

Bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis premium saat ini mengalami kelangkaan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Aceh Tenggara

Hal tersebut diduga kuat adanya indikasi kecurangan permainan antara pihak SPBU dan pengecer BBM.

Sekretaris Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gunung Leuser Aceh Tenggara, Al Mujawadin mengungkapkan sejumlah titik SPBU yang ia datangi untuk mengisi bahan bakar mengaku kehabisan stok Pertalite dan Premium.

“Akibat premium dan pertalite langka, pihak SPBU mengarahkan para pengguna kendaraan roda 2, 3 dan 4 agar mengisi ke Pertamax yang notabennya tidak masuk ke subsidi,” seru Al Mujawadin ke awak media, Selasa (18/06)

Menurutnya hal tersebut terjadi karena pihak SPBU lebih mengutamakan kepada pengecer karena membeli dengan harga tinggi dari pada yang ditetapkan oleh Undang-undang Migas.

Bila mobil tangki dengan membawa BBM rata-rata berkapasitas 16.000 liter tiba di lokasi SPBU setempat, maka paling lama cuma bertahan selama lima jam dalam sehari terutama di siang hari

“Jika mobil tangki selesai melakukan pengisian, maka kendaraan baik roda dua, roda tiga atau empat menyerbu SPBU. Mereka berebut BBM Premium dengan pedagang eceran yang bawa jerigen besar, ” katanya

Sementara itu, Iwan (35), pengendara sepeda motor di Kutacane menuturkan, lamanya antrean di SPBU bukan disebabkan kendaraan pribadi seperti roda empat, tapi pedagang eceran berulang-ulang melakukan pembelian BBM Premium.

“Mereka ini, langsung menuju petugas operator SPBU dengan membawa jeriken berkapasitas 30 liter meminta di isi BBM, sehingga harus tunggu lama,”¬†katanya.

Pria ini mengaku kecewa atas tindakan pihak SPBU dan pemerintah selaku tim pengawas tidak memihak kepada rakyat kecil.

” Terakhir saya dan abang tukang becak harus mengisi BBM berjenis pertamax dan pertalite yang tidak ada subsidinya” beber Iwan mengakhiri. (Dika).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *