Pemilik, Manejer dan HRD Pabrik Mancis Dijerat Pasal Berlapis.

BINJAI

Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memaparkan proses penangkapan Indramawan, pemilik usaha perakitan mancis yang terbakar dan menelan korban sebanyak 30 pekerja termasuk anak-anak, Senin (24/6) siang.

Dijelaskan Nugroho, sebelum penangkapan dilakukan, timnya terlebih dahulu mengamankan menejer dan supervisor, yakni Burhan dan Lismawarni.

Dari kedua tersangka tersebut, penyidik mendapat nomor kontak pemilik usaha Indramawan. Selanjutnya penyidik meminta tersangka Indramawan untuk datang ke Polres Binjai guna menjalani pemeriksaan.

“Awalnya dia (Idramawan) sudah kooperatif. Pagi itu dia sudah sampai di Kota Medan. Tapi tahu-tahu penyidik kehilangan kontak. Karena tersangka ini sempat mengganti nomor ponselnya,” kata Nugroho.

Karena tersangka sudah berupaya melarikan diri, lanjut Nugroho, maka timnya langsung melakukan pengejaran dan akhirnya tersangka berhasil diamankan di salah satu hotel di Kota Medan.

Para tersangka ini, sebut Nugroho, dikenakan pasal 359 dan pasal 188, serta melanggar undang-undang ketenaga kerjaan dan undang-undang lungkungan hidup.

“Kita sangkakan dengan pasal dan undang-undang berlapis. Ancaman hukuman 5 sampai 10 tahun penjara,” tegas Nugroho.

Diketahui, Indramawan, 69, lahir di Jambi, Dirketur Utama PT Kiat Unggul, warga Jembatan Item Pekojan III, No 3 RT/RW 011/007, Kel. Pekojan, Kec. Tembora Kota, Jakarta Timur, Burhan, 37, Dusun XV Jalan Bintang Terang, Desa Mulio Rejo, Kec. Sunggal, dan Lismawarni, 43, lahir di Pangkalan Brandan, Langkat dan tinggal di Jalan Sri Dadi, Desa Sei Semayang, Kec. Sunggal. (HeN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *