Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Lawe Tungkal Diduga Asal Jadi

KUTACANE

Proyek peningkatan jaringan irigasi Lawe Tungkal Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara diduga dikerjakan asal jadi. Proyek yang dibidangi oleh Dinas Perkimtan itu masih tahap pengerjaan yang dikerjakan oleh oleh CV.Desika Mahakarya dengan nilai kontrak Rp 772.552.788. Serta
nomor kontrak.25/KON-DOKA-IRIGASI/APBD-PERKIMTAN/IV/2019 dan konsultan pengawasan CV.ALVA CENTURY ENGINEER. Masa pelaksanaan 150 hari.

Pantauan wartawan pada Senin (1/7/2019), meski tengah pengerjaan, proyek yang menyerap anggaran mencapai Rp 772.552.788, juta dengan sumber anggaran (APBD) tahun 2019, terkesan banyak menimbulkan ma­salah. Proyek yang dikerjakan oleh rekanan terlihat tidak optimal seperti tidak adanya pondasi dan adukkan semen yang diduga kuat tak sesuai dengan rab.

Akibat tidak optimalnya pengerjaan tersebut, dikhawatirkan proyek itu tidak tahan lama, sehingga mampaat untuk masyarakat hanya sia- sia saja, karena tidak adanya pondasi proyek itu terancam roboh jika sewaktu-waktu debit air meningkat, terutama pada saat musim penghujan.

Salah seorang petani setempat yang tak mau disebutkan na­manya kepada wartawan pada Selasa (2/7/2019) mengaku, peker­jaan peningkatan jaringan irigasi itu memang tengah dalam pengerjaan. Namun kami hawatir proyek itu tidak tahan lama, dikarenakan tidak ada pondasi serta adukkan semen dan batu yang dipasang diduga asal-asalan. Pihaknya tidak mengetahui secara persis mengapa proyek pe­ningkatan irigasi itu tidak ada pondasi, maklum,” rekanan itu orang terdekat wakil Bupati, bahkan bisa jadi proyek itu milik wakil Bupati Agara, sehingga dikerjakan asal-asalan.

Karena di wilayah itu debit air sungai dari gunung sering meluap jika memasuki musim peng­hujan. Kalau dengan kondisi ini irigasi, tentu akan roboh jika dihantam luapan air sebutnya. Menurutnya, jika dilihat dari jumlah anggaran yang tercan­tum pada papan informasi kegiatan mencapai Rp 772.552.788 juta, tentu pekerjaan pe­ningkatan irigasi tersebut akan lebih optimal.” Ada yang aneh dalam proyek itu, volume tidak diketahui jelasnya.

Ditempat terpisah pengawasan Dinas Perkimtan yang kerap disapa Sait, saat dikonfirmasi wartawan terkait kondisi itu, ia membenarkan tidak adanya pondasi pada proyek, selebihnya silahkan tinjau kelapangan singkatnya (Dika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *