Wali Kota Kunjungi Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo.

BINJAI

Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi bersama Ketua TP PKK Hj Lisa Andriani mengunjungi Sentra usaha pembuatan ikan asap Bandarharjo, di Kec Semarang Utara, Kota Semarang Selasa (2/7/2019).

Kunjungan dilakukan disela mengikuti rapat kerja nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke XIV di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang berlangsung tanggal 1-5 Juli 2019.

Didampingi Camat Semarang Utara Aniceto Magno da Silva dan istri, Idaham bersama rombongan meninjau proses pembuatan ikan asap yang sudah dikenal sebagai kuliner khas kota Semarang dan berdialog dengan bapak Zaenuri, ketua paguyuban panggang mangut di Bandarharjo.

Zaenuri menjelaskan bahan baku ikan asap adalah ikan berukuran besar, antara lain ikan cakalang, pari, manyung, dan tongkol. Caranya, ikan dibersihkan, dagingnya dipotong kecil kemudian dilakukan pengasapan. Ikan asap biasanya diolah jadi mangut, yaitu masakan berkuah kental dan pedas.

Namun , jelas Zaenuri, tidak hanya daging ikan saja yang punya nilai ekonomi. Karena bagian insang ikan dijemur hingga kering dan jadilah kerupuk ikan yang harganya mencapai Rp.150 ribu – Rp 600 Rb perkilo. Penjualannya sampai ke Singapura dan China.

“Tulang ikan dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul untuk diolah sebagai pakan ternak, “ jelas Zaenuri yang memiliki 30 orang anggota dan rata rata telah menggeluti usaha pengasapan ikan secara turun menurun.

Sebelumnya Camat Aniceto telah menjelaskan tentang potensi ekonomi dari pengasapan ikan yang telah ada sejak tahun 70 an. Ikan asap yang dijual di pasar pasar kota Semarang biasanya sudah ludes sebelum tengah hari karena tingginya minat pembeli.

Walikota HM Idaham mengaku sangat senang bisa mengunjungi usaha pengasapan ikan Bandarharjo. Binjai juga bisa mengembangkan usaha sejenis dengan memanfaatkan potensi perikanan yang ada. Nantinya restoran dan rumah makan bisa berinovasi untuk menciptakan menu makanan berbahan ikan asap.

“Jadi rumah makan pun punya daya tarik, karena ikannya tidak cuma dibakar atau digoreng, “ kata Idaham. (HeN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *