Kunjungi Rusia, Fadli Zon dan NC Dorong Kerjasama Ekonomi dan Budaya.

MOSKOW

Forum Internasional “Pengembangan Parliamentarisme” berlangsung di Moskow, pada 1-3 Juli 2019, diselenggarakan di World Trade Center (WTC). Kegiatan tahunan yang diinisiasi Parlemen Rusia, Duma ini dihadiri delegasi dari 132 negara dengan 800 anggota parlemen.

Pada acara penting ini, Wakil Ketua DPR RI , Fadli Zon, sebagai Keynote Speaker menyampaikan pidato yang intinya mengatakan, bahwa forum parlemen dunia memiliki kewajiban dan tanggung jawab kolektif dalam menciptakan kawasan dan dunia yang stabil, aman dan damai. Momentum penting ini merupakan langkah bagi setiap negara dalam percaturan internasional.

Setelah itu, Fadli Zon, Wakil Ketua DPD-RI , Nofi Candra , Senator asal Sumatera Barat berdiskusi dengan dijamu oleh kedutaan besar Indonesia di Moscow, Rusia. Diskusi tentang politik internasional, peran parlemen dunia dan pelajaran kita dari kemajuan Rusia jadi pembahasan dalam diskusi meja makan.

Topik pembahasan menyinggung Pasca-runtuhnya Uni Soviet, negara besar ini terbelah jadi beberapa bagian. Sebagai negara utama, Rusia kembali jadi kekuatan dunia yang tetap di perhitungkan dalam percaturan internasional.

Bapak Fadli Zon yang juga pernah menempuh pendidikan di negeri Beruang Putih ini. Bercerita perkembangan dan kemajuan Rusia yang terus bergerak. Perbandingan sejak ia kuliah dan sekarang. Rusia semakin berkembang pesat.

Kami yang menghubungi Nofi Candra atau yang akrab disapa dengan NC lewat telpon menyatakan bahwa kunjungan keluarga negeri, selain pertemuan parlemen dunia, juga agenda belajar pengelolan sumber daya manusia oleh Rusia.

” Saya dengan Bapak Fadli Zon, Wakil Ketua DPD-RI, beserta Bapak Duta Besar Indonesia berdiskusi tentang pola Rusia merawat kebudayaan, menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan fokus dengan teknologi”, ujar Nofi

Ia berharap pola-pola ini lihat bisa di adaptasi Indonesia. Sebagai putera Sumatera Barat.

” Saya dengan Fadli Zon berharap pola-pola Rusia menyiapkan SDM yang unggul dan fokus kepada teknologi salah satu penguat karakter intelektual dan saudagar orang-orang Minang yang perlu kita pelajari “, tambah Nofi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *