Telan Biaya Rp 2.7 M, Proyek Irigasi di Agara Terkesan Asal Jadi.

KUTACANE

Proyek Peningkatan jaringan irigasi tidak optimal dan kuat dugaan proyek tersebut dikerjakan oleh adik kandung Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim, MAP yang berinisial “B”.

Hal tersebut berdasarkan pengakuan warga Desa Terutung Kute, Kecamatan Darul Hasanah. Lokasi berada di tiga titik proyek peningkatan daerah irigasi tersebut.

Tidak optimalnya pengerjaan proyek tersebut dikarenakan banyak ditemukan kejanggalan dan saat ini masih dalam pengerjaan CV Agratama Alasindo senilai Rp 2.737.360.711 yang bersumber dari APBK tahun 2019. Konsultan pengawas CV. Ziyad Idola Consultan.

Proyek yang ditangani adik kandung Bupati Agara tersebut dianggap warga asal jadi dan diplaster sangat tipis.

“Pengerjaannya parah kami lihat bang, terkesan asal jadi.” ujar warga Desa Terutung Kute, Kec Darul hasanah. Senin (08/07).

Mereka juga sangat menyangkan proyek yang bernilai 2,7 Milyar Rupiah tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi RAB.

Mereka takut, proyek tersebut tidak akan memberikan efek yang positif kepada masyarakat desa Terutung Kute yang mayoritas adalah petani.

Malahan hanya akan menimbulkan banyak masalah terhadap ladang pertanian dan kebun yg mereka garap.

Ironisnya, volume proyek itu tidak diketahui, karena tidak dicantumkan dalam papan proyek. Bahkan masayarakat menduga bahwa adukkan semen dan pemasangan batu dalam proyek itu tidak optimal dan masyarakat takut menayakan hal tersebut karena proyek itu ditangani oleh kerabat kandung Bupati Agara.

Sejak kepimpinan Raidin-Bukhari (RABU) yang menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara hampir tiap-tiap proyek yang ada di Agara dikerjakan oleh orang-orang terdekat Pimpinan Daerah. Sehingga kuat dugaan terjadi banyak kelalaian di pengerjaan proyek. Dan ini tentunya akan merugikan Daerah dan rakyat sekitar pembuatan proyek tersebut.

Konon menurut masyarakat curah hujan ditempat mereka akan meningkatkan debit volume air sungai yang datang dari gunung dan sering meluap, sehingga ditakutkan dengan asal jadinya pembangunan daerah irigasi tersebut akan jebol dan roboh dihantam luapan air.

Sementara itu  “B” adik kandung dari Bupati Agara ini ketika dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Senin (08/07) membantah bahwa dirinya yang mengerjakan proyek ini

Menurut pria yang menjabat sebagai Direktur Utama Badan Layanan Umum Daerah rumkit H Sahudin Kutacane ini, tak tau tentang proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

” Saya tidak ada mengerjakan proyek senilai Rp 2,7 miliar itu. Ga tau saya ” ujarnya. (DIKA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *