KPU Binjai Siap Berikan Data ke Jaksa

BINJAI

Dugaan penyelewengan anggaran Pileg dan Pilpres 2019 tahun anggaran 2018 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai terus bergulir.

Sekretaris KPU Kota Binjai Syariful Azmi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/07) membenarkan kalau pihaknya sudah dipanggil oleh penyidik Kejari Binjai.

“Ya, benar bulan Juni lalu saya sudah dipanggil,” ungkapnya.

Dikatakan Azmi, sampai saat ini pihaknya masih belum paham indikasi fiktif yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai. Pasalnya, anggaran yang diproses penyidik Kejari masih berjalan.

Azmi juga menyebutkan, bahwa semua perlengkapan Pilpres dan Pileg tidak semuanya disiapkan oleh KPU Binjai.

“Kalau yang besar-besar langsung pusat. Kami yang kecil-kecilnya aja, seperti paku, triplek dan ATK. Anggaran itu juga sebagian besar diperuntukan untuk honor,” ujar Azmi.

Terkait data yang diminta pihak penyidik, Azmi menegaskan siap memberikan data tersebut.

“Dari awal kami sudah kooperatif. Data pun bisa kita kasi. Tapi sesuai aturan, penyidik kejari berkoordinasi dengan APIP (Aparat Pengawasan Internal Pemerintahan) terlebih dahulu. Intinya, kalau APIP memberikan izin kepada kami memberikan data, pasti kami berikan,” tegas Azmi.

Sampai saat ini, lanjut Azmi, APIP belum memberikan izin. Sehingga data yang diminta penyidik Kejari tidak dapat diberikan.

“Pada 16 Juni kami menyurati APIP terkait persoalan ini. Selanjutnya surat kami dibalas pada 4 Juli. Dalam surat balasan APIP itu disarankan untuk menunggu audit dari APIP dan BPK pada September mendatang,” ungkapnya sembari mengatakan, balasan surat APIP sudah dikirim ke Kejari Binjai.

Soal anggaran TPS yang terindikasi fiktif, Azmi menyebutkan per TPS dikucurkan anggaran sebesar Rp1,6 juta.

“TPS di Binjai sebanyak 715 titik. Secara mekanisme, anggaran TPS kita serahkan ke PPK dan diteruskan ke KPPS. Mereka yang mengelola anggaran dan membuat laporan pertanggungjawabannya,” beber Azmi. (HeN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *