Penyaluran Itik Rp 8,7 M Diduga Tidak Transparan, PPTK Enggan Dikonfirmasi

KUTACANE

Penyaluran Itik didinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara dengan Pagu anggaran 8,7 Miliar diduga kuat sarat masalah.

Pasalnya, pihak PPTK sulit dihubungi oleh sejumlah wartawan guna mengkonfirmasi penyaluran tersebut.
Lemahnya komunikasi atau konfirmasi tentang penyaluran Itik , seorang PPTK yang berinisial SP di dinas Pertanian kabupaten Aceh Tenggara sampai diturunkan berita belum juga berhasil bagaimana sistem penyaluran dan pembagian Itik di dinas pertanian kepada kelompok Tani.

Diduga banyaknya persoalan-persoalan yang menyimpang dalam ketentuan pembagian kelompok peternak itik. sehingga PPTK susah di konfirmasi mengenai Itik dengan jumlah dana lebih kurang 8,7 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian kabupaten Aceh Tenggara Asbi SP saat wartawan Suara Kita Online konfirmasi ia menyampaikan, dari pagu dana berjumlah 8, 7 miliar itu sudah disalurkan untuk 11 kelompok Itik dengan jumlah 5.500.000 Ekor itik. dari jumlah Itik lebih kurang yang belum terealisasi mencapi 700.000 ekor. dan itu akan kita salurkan dalam beberapa minggu ini.

Kriteria yang mendapat Itik adalah, mempunyai kandang dengan ukuran dan spesdifikasi yan tertera di Juknal dan Juknis yang sudah ditentukan pihak pertanian, dan mampu memberi pakan Itik sesuai dengan yang diterima, dan perlu saya sampaikan kepada pihak penerima itu tidak boleh diperjual belikan, karna kalau dapat maka pihak kelompok akan berurusan dwngan pihak yang berwajib sebut Asbi.

Namun, hingga saat berita ini diturunkan belum diketahui berapa jumlah kelompok tani yang menerima bantuan itik tersebut karena susahnya berkomunikasi dengan pihak PPTK proyek 8,7M tersebut.

Beberapa kelompok ternak sudah berkali-kali mempertanyakan penyaluran itik tersebut namun tidak digubris. Salah satunya ialah kelompok ternak dari Desa Pasir Penjengakan Kecamatan Lawe Bulan dan Kelompok Tani Desa Mandala Kecamatan Babussalam.

“Hingga sampai saat ini kita belum dapat kabar mengenai penyaluran bantuan tenak itik, namun beberapa kelompok ternak dari desa lain sudah meneriman bantuan tersebut. Padahal kelompok ternak kami sudah terdaftar dalam data Dinas pertanian dan sudah mengajukan proposal berbulan-bulan yang lalu.” Ujar salah satu ketua Kelompok Ternak kepada Suara Kita.

“Kemarin tu ketika kami tanya berkas tersebut sudah tidak ada di Dinas Pertanian, kadang sudah menjadi bungkus ikan asin atau malah dibuang oleh Pihak Dinas Pertanian. Padahal kami sudah menuruti aturan yang ada di Juknal dan Juknisnya namun sudah berapa kali kami tidak pernah menerima bantuan ternak apapun dari pemerintah”. Pungkasnya.

Ketua Kelompok ternak tersebut berharap kepada penggiat LSM dan Wartawan untuk menelisik kejanggalan yang terjadi pada program penyaluran itik tersebut. Bahkan dugaannya ada permainan dengan orang atas sehingga mereka tidak pernah mendapatkan bantuan ternak apapun selama ini.(Aditya )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *