Setubuhi Siswi SMP, Supir Angkot Ditangkap

Foto : JN (tengah) saat diamankan polisi

KUTACANE

JN (21) yang sehari-hari bekerja sebagai supir mobil angkutan umum (angkot) lintas tega merenggut kesucian sang pacar sebut saja “Bunga” (15) siswi kelas IX di salah satu SMP di Aceh Tenggara.

Korban merupakan anak yatim piatu ini ditinggal sang ibu sejak usia dua bulan sementara sang ayah12 tahun terakhir tidak diketahui keberadaannya.

JN sendiri, ditangkap oleh satuan Buser (Buru Sergap) Mapolres Aceh Tenggara pada Rabu (28/08) saat sedang mencari sewa dilintas Jalan Raya Antar Provinsi tepatnya jalan Kutacane- Tiga Binanga Kampung Baru Kecamatan Semadam Aceh Tenggara.

Menurut pengakuan JN, dirinya dan Bunga memang berpacaran, namun keluarga pacarnya tidak merestui hubungan mereka

“Saya mau aja menikah bang, tapi keluarga tidak setuju, makanya kami gituan,” ujarnya disaat BAP penyidik.

Menurut pengakuannya, JN baru sekali melakukan hubungan intim dengan AU.

” Baru sekali saya menhajak begituan bang” cetusnya.

Menurut salah seorang keluarga Bunga yang namanya tidak ingin disebutkan ini mengatakan, modus JN untuk mengajak korban melakukan hubungan suami istri, dengan menggratiskan ongkos angkot korban apabila hendak pergi kesekolah.

Selain itu juga, JN sering mabuk mabuk karena sudah terkontaminasi dengan minuman keras dan lain sebagainya.

Terpisah, seorang warga mengatakan bahwa mereka melakukan hubungan intim tersebut dilandasi karena awalnya si pihak laki-laki ingin menikahi korban namun tak direstui oleh keluarga korban, sehingga terjadilah hal tersebut.

“Memang dilarang hubungan mereka berdua sama keluarga korban, karena si JN kelurga kurang mampu.” bebernya.

Menurut penuturannya, JN memang sering mengantarkan AU kesekolah tanpa memungut ongkos apapun bahkan sering JN memberikan uang saku

“Namanya anak muda pacaran, kan gak mungkin dikutip cowoknya ongkosnya ceweknya.” lanjutnya.

Menurut pengakuan mereka JN adalah pemuda yang baik di mata masyarakat, karena ia tidak gengsi bekerja sebagai supir angkot, malahan mereka menyanyangkan laporan keluargan AU yang seharunsya masih bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat mengingat semboyan Bumi Sepakat Segenep Tanoh Alas Metuah.

Kasat Reskrim Polres Agara hingga berita ini diturunkan masih belum memberikan keterangan yang jelas terkait tindak pidana kasus asusila ini. (DIKA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *