SMKN 1 Kutacane Diduga Pungli PPDB Rp 800/Siswa

KUTACANE

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kabupaten Aceh Tenggara masih menghadapi persoalan klasik. Pungutan liar oknum sekolah atau komite dialami oleh sejumlah orang tua murid.

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 sekolah yang dibiayai atau menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilarang melakukan pemungutan untuk PPDB kepada orang tua siswa.

Meski dilarang dan ada aturan mainnya, namun pihak SMK Negeri 1 Kutacane tetap melanggar dengan membebani bagi siswa baru senilai Rp 800.000, per siswa.

“Kita gak dikasi alasan untuk apa uang setoran tersebut, cuma dibilang setorkan aja kepihak sekolah,” ujar AT salah satu wali murid SMK N 1 Kutacane via seluler belum lama ini.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Kutacane
Jamidin dikonfirmasi melalui pesan WA (whatt app), Sabtu (07/09) menampik tudingan itu seraya mengancam.

“Itu urusan komite bukan sekolah, jangan salah konfirmasi, nanti bisa berbalik arah.” kata Jamidin.

Selain itu, dirinya mengeluhkan semenjak tingkat SMA/SMK/MA ke tangan provinsi, tidak ada bantuan yang diberikan ke sekolah yang dipimpinnya.

“Tidak ada lagi dana apapun selain dana BOS dan sama sekali dari Provinsi tidak ada bantuan apapun untuk sekolah kita”. Pungkas Jamidi.

Diketahui, jumlah siswa baru tahun 2019 di SMK Negeri 1 Kutacane sebanyak 300 siswa. Hingga berita ini diturunkan ketua komite sekolah tersebut belum dimintai konfirmasi. (DIKA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *