GMNI Agara Dukung Pemekaran Provinsi Alabas

KUTACANE.

Delegasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI) Aceh Tenggara yang mengikuti Kongres GMNI Ke XXI berharap selepas dilangsungkannya Kongres kemaritiman GMNI ke 21 l, membawa dampak yang menguntungkan bagi daerah.

Mereka menyampaikan aspirasinya agar pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara Barat Selatan (ALABAS) agar dapat segera terwujud.

“Kami berharap agar Pimpinan DPP GMNI selanjutnya dapat bersama-sama untuk memperjuangkan pemekaran Provinsi Alabas di Aceh melihat wilayah poros tengah yang sudah memenuhi syarat untuk mekar menjadi sebuah provins”. Ujar Alfajri selaku utusan Delegasi DPC GMNI Agara yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Politik. Senin (02/12)

Alfajri juga mengungkapkan kepada Suara Kita pada Senin (2/12) di Ambon bahwa seharusnya Provinsi Alabas yang seharusnya sudah terwujud mampu menjadi provinsi yang besar seperti Sumut, mengingat anggaran yang cukup besar selalu di kucurkan dari Pusat untuk peningkatan ekonomi masyarakat yang berada di poros Alabas. Namun sangat disayangkan dana tersebut malah mengalir kekantong pejabat elit yang berada di Ibukota Provinsi.

Hal ini menjadi ketimpangan di pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusianya. Sehingga menyebabkan beberapa kabupaten di Aceh masuk kedalam jajaran kabupaten termiskin di Indonesia.

Selanjutnya, Alfajri pun menambahkan bahwa nanti setelah terpisahnya Alabas dari Provinsi Aceh maka kelak akan dinamakan sebagai Serambi Madinah.
Riko Hermada, Ketua DPC GMNI Agara juga turut berharap dengan diadakannya Kongres GMNI ke XXI di City Of Music Ambon, Maluku ini dapat menjadi pertimbangan DPP GMNI untuk terus melanjutkan perjuangan pemekaran Provokatif Alabas. Yang mana nantinya hal tersebut dapat membantu kaum-kaum marhaen yang tertindas oleh sistem kapitalis.

Zulkarnain, sekretaris DPC GMNI Agara menambahkan bahwa gagasan pemekaran Provinsi Alabas sudah dimulai sejak 20 tahun yang lalu, namun hingga kini masih tertahan karena disebabkan oleh beberapa hal yang dianggap oleh Pemerintah Provinsi Aceh dapat mengurangi pemasukan anggaran ke ibukota Provinsi sendiri. (02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *