Ini Penjelasan Plt Kadis Sosial Binjai Terkait Sengakrut Data Bansos.

FOTO : Plt Kadis Sosial Kota Binjai Rudi Iskandar Baros, ST, saat memberikan bantuan kepada warga beberapa waktu lalu.

BINJAI

Sengakrut data bantuan sosial (Bansos) untuk warga terdampak Covid-19 masih menjadi polemik di kalangan masyarakat Kota Binjai.

Bahkan, tak sedikit masyarakat mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat untuk mempertanyakan bantuan yang tak kunjung diterima.

Menyikapi hal tersebut, Plt Kadis Sosial Kota Binjai Rudi Iskandar Baros ST, menjelaskan, saat ini ada beberapa jenis bantuan dari pemerintah, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST) pengganti BLT dan bantuan dari Pemko Binjai.

“Dari empat jenis bantuan itu, tiga diantaranya bantuan langsung dari pemerintah pusat. Masing-masing bantuan dari pusat datanya diambil dari statistik tahun 2016, bukan dari Pemko Binjai,” ujar Rudi, diruangan kerjanya, Rabu (13/05).

“Jadi tidak heran kalau ada yang sudah meninggal masih dapat bantuan. Ada juga orang kaya dapat bantuan. Ini terjadi karena 4 tahun lalu orang yang meninggal masih hidup dan orang yang kaya 4 tahun lalu masih miskin,” tambah Rudi.

Terkait bantuan pusat ini, lanjut Rudi, Pemko Binjai tidak dapat berbuat banyak. “Kita hanya bisa usulkan data baru, baik calon penerima maupun orang yang sudah tidak layak menerima. Artinya kita sebatas menyurati saja,” ungkapnya.

Mantan Kabag Humas ini menyebutkan, di Kota Binjai penerima PKH sebanyak 6000-an, BPNT 7000-an, BST 4.225 dan ada penambahan BST sekitar 1.600 orang. “BST penyalurannya melalui Kantor Pos. Untuk penerima yang masuk dalam data tambahan, bantuannya disalurkan melalui Bank BNI,” bebernya.

Mengenai bantuan tahap dua dari Pemko Binjai, Rudi mengaku ada tambahan jumlah penerima mencapai 49 ribu Kepala Keluarga (KK) dari 45 ribu KK pada tahap pertama.

Namun, sebut Rudi, setelah diperifikasi data jauh berkurang menjadi 43 ribu KK. “Ada rencana pak wali untuk menetapkan penerima bantuan sebanyak 45 ribu, sama seperti tahap pertama,” paparnya.

Disoal bantuan tahap pertama kurang dari 45 ribu, Rudi tidak menepis hal tersebut.

“Ya, ada sekitar 43 ribuan yang masih tersalur. Sisanya sebanyak 2000-an paket ada di GOR. Kita sudah intruksikan para camat agar mengirim data warganya yang layak terima bantuan tetapi belum menerima. Persoalannya, data yang dikirim camat melebihi dari jumlah sisa bantuan yang ada,” terangnya.

Untuk bantuan tahap dua, sambung Rudi, Pemko Binjai besok akan menggelar rapat.

“Yang jelas bantuan tahap dua diupayakan sebelum lebaran,” cetusnya.

Rudi menambahkan, dari 43 ribu jumlah calon penerima bantuan yang terdata, 22 ribu diantaranya akan dibantu oleh Provinsi Sumut.

“Artinya, untuk tahap dua ini Binjai tinggal mencari bahan bantuan untuk 21 ribu KK,” imbuhnya.

“Kalau ada warga yang tidak terdata, silahkan lapor kepada Kepling. Tapi ingat, meski sudah didata belum tentu bisa menerima bantuan dari Pemko Binjai. Karena bisa saja dari hasil evaluasi, data yang diusulkan sudah menerima bantuan dari pusat. Dalam waktu dekat semua data penerima bantuan akan kami pampangkan di setiap kelurahan. Sehingga bisa diperifikasi ulang oleh lurah dan kepling,” tambahnya. (eND)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *