MPU Aceh Tamiang Imbau Warga Tingkatkan Ketaqwaan Guna Putus Penyebaran Covid 19

Aceh Tamiang

Dalam bulan suci Ramadhan Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) beserta anggota dan tokoh agama Kabupaten Aceh Tamiang menghimbau kepada masyarakat agar tetap meningkatkan ketaqwaan kepada Allah agar memutuskan penyebaran virus corona di Kab. Aceh Tamiang.

Syahrizal MA Ketua MPU Aceh Tamiang menyampaikan ” Hasil dari musyawarah anggota MPU Kab. Aceh Tamiang terkait dengan himbaun Pemerintah, menyepakati untuk melakukan penggalangan kepada masyarakat melalui para tokoh agama di Kab. Aceh Tamiang, agar mematuhi himbauan Pemerintah Daerah dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona, karena mematuhi himbauan Pemerintah merupakan Ikhtiar sdbagai seorang mukmin dalam menghadapi wabah virus Corona”. Ucap Sahrijal.

Sambungnya “Diperlukan peran aktif semua elemen masyarakat, untuk memberikan pemahaman kepada warga, pemahaman tentang situasi dan kondisi saat ini, dimana Pemerintah sudah berupaya untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus Corona”. Tuturnya.

Ketua MPU berharap berharap kepada masyarakat untuk sementara waktu agar membatasi kegiatan yang tidak bermanfaat, agar menghindari terjadinya kerumunan yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam kesempatan yang sama H.ustad Saiful Umar,S.Ag Wakil Ketua 1 MPU Aceh Tamiang menyampaikan secara Islami.
” Kasus wabah virus corona ini adalah bagian dari bencana non alam. Dalam perspektif ajaran Islam, bencana dapat dimaknai sebagai musibah yang bisa menimpa kepada siapa saja, kapan dan di mana saja. Musibah adalah keniscayaan yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Sebagaimana Allah tegaskan dalam alQur’an surat al-Baqarah ayat 155, yang artinya Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

“Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa musibah atau bencana adalah hal niscaya yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Bencana, apapun bentuknya, sesungguhnya merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Berbagai peristiwa yang menimpa manusia pada hakikatnya merupakan ujian dan cobaan atas keimanan dan perilaku yang telah dilakukan oleh manusia itu sendiri. Ketauhidan seorang mukmin akan menuntunkan bahwa berbagai peristiwa yang menimpa manusia bukanlah persoalan, karena manusia hidup pasti akan diuji dengan berbagai persoalan.
Peristiwa yang merupakan musibah merupakan takdir Allah. Takdir di sini dimaknai dengan sebuah ketetapan dan ketentuan Allah yang telah terjadi di hadapan kita. Hanya Allah saja yang mengetahui ketetapan dan ketentuan-Nya. Manusia hanya dapat mengetahuinya ketika ketetapan dan ketentuan tersebut terjadi. Adapun ketika ketetapan dan ketentuan yang akan terjadi pada manusia juga tidak mengetahuinya, hanya Allah saja yang Maha Tahu. Dengan demikian, manusia wajib memohon kepada Allah dan berusaha untuk menyikapinya dengan penuh kesabaran dalam rangka merubah keadaan yang dihadapinya menjadi lebih baik”. Tuturnya

Ustad Saiful juga berpesan hal-hal yang dapat kita lakukan sebagai seorang muslim dan sekaligus bagian dari anggota masyarakat dalam pencegahan wabah virus corona ini. Pertama memperkuat dan mempertebal keimanan kepada Allah SWT, kedua mengisolasi diri, menahan diri untuk tidak beraktifitas dengan banyak orang, dalam hal ini Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan kamu keluar dari tempat itu”.(HR Bukhari), ketiga saling menguatkan dan tolong menolong dalam kebaikan. (Angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *